
Suara air gemricik dari toilet kamar mandi apartement ku, keluar seorang wanita putih tinggi, ya dia adalah Gracia Indri. Semalam dia menginap di tempatku, jadi dua minggu setelah perbuatan jinahku dengan Melaney Ricardo, aku diundang salah stasiun televisi, yang mempertemukan ku dengan Gracia Indri lagi. Setelah acara tersebut aku ke sebuah club bersama indri, duduk dan minum beberapa sloki, semakin malam semakin mempesona wajah ayu indri. Aku memberanikan diri memeluknya, dia menatapku dan membalas pelukanku dengan senyumannya, yang pada akhirnya kepalanya menyender dibahuku.
Indri : hi kamu, tanggung jawab ya kalau aku jadi nyaman...
Boy : (aku tersenyum) kamu buntingpun aku bakal tanggung jawab ndri
Indri : (mencubit hidungku) awas kamu!
Lalu aku menghalau tangannya, dan mencium bibir indri, aku lumat bibirnya, dia tampak pasrah dan menikmatinya, matanya tetap terbuka memandangiku sambil berciuman, cukup lama kami saling berbalas ciuman di mulut, sampai akhirnya dia memelukku erat dan berbisik di telingaku "kenapa kamu menciumku?" Aku jawab "mungkin aku nafsu atau mungkin aku nyaman sama kamu", lalu aku kembali lumat bibirnya, indri pun terbawa suasana, dan membalas ciumanku dengan nafsu yang memburu. Lidah kami bergulat didalam mulut, saling memberikan kenikmatan yang hakiki, setelahnya kami pulang ke apartemenku, jadi begitulah kenapa Gracia Indri menginap di tempatku.
Indri : mau aku buatin omlet boy?
Boy : yes honey, kamu baik sekali
Indri : iya donk (sambil mendekatiku dan duduk di pangkuanku) sama calon suami harus bisa ngasih yang terbaik
Boy : (hem pingin buka kimononya terus netek) hemmm oh ya, oke aku mau susu sekalian
Indri : ok (beranjak dari pangkuanku, tapi aku cegah) hey katanya mau susu?
Boy : (menyingkapkan kimononya dan memasukan tanganku, merogoh kedua gunung kembarnya) ya ini kan susu sayang
Indri : eh dasar kamu sayang, nanti omletnya gosong loh
Boy : (aku jilat, sedot puting dan teteknya) hemmm sebentar aja
Indri : (mendesah) ughhhh, hemmm (menggigit bibirnya sambil terus mendesah lirih) aucchhh yaahhhh esstttt
Boy : udah sana, nanti omletnya gosong
Indri : sial, kamu nyebelin bikin mupeng aja
Lalu kami makan berdua, sambil ngobrol ngobrol ringan, sedikit bercerita tentang pengalaman sex, indri sering di php cowok, cuma di ewe tapi gak di pacarin. Indri ini memiliki personal sex yang romantis, seperti tadi malam setelah dari club, aku merasakan kenikmatan sex layaknya pasangan suami istri.
Pengalaman pertama ngentotin indri sangat menarik, bagaimana dia membuat aku layaknya seorang pasangan, lembut, penuh cinta. Dari ciuman perlahan, sampai cara ngulum kontolku yang lembut namun merangsang, namun bukan berarti selalu lembut, ada moment sedikit kasar dan keras. Walau begitu, memek indri sangat enak, hampir seperti feni rose yang vacum, namun dia bisa memainkan dengan pelan dan lembut. Setiap kali memeknya naik turun di kontolku dengan lembut, seperti kontolku ingin tercabut, tersedot dan tercengkeram oleh memeknya. Dan lagi setiap kali aku bilang mau keluar dia langsung mencabut kontolku dari memeknya, dikulumnya sebentar dan tumpah ruah pejuhku di mulut indri. Begitu pula pagi ini, sehabis makan, kami sempatkan sex kilat, dia duduk di pangkuanku dengan punggung yang membelakangiku. Dia naik turunkan tubuhnya, dengan pelan, sesekali cepat, "hemmm ah ah ah hemmm essshtttt hemmmmm ughhhh hemmm..", kakinya mengangkang lebar, sambil aku memegang pinggul dan pantatnya. Kadang aku turun naikkan paksa dengan cepat, yang membuatnya orgasme, namun tetap mau menaik turunkan pantatnya tanpa jeda, "a ahhh yah yah hemmmm hun ughhhh im coming hemmm..", lalu aku pun akan keluar, dengan sigap indri lalu melepas kontolku di memeknya dan mengulum sampai pejuhku keluar, sambil menyibakkan rambutnya yang hitam panjang, di lepehnya spermaku sambil melikirkkan matanya kewajahku.
Aku bergegas mandi, ternyata indri menyusulku, kami mandi berdua sambil berciuman, karena tak tahan aku entot indri dalam posisi berdiri, tangannya bertumpu pada dinding kamar mandi, kaki kirinya naik di toilet duduk, aku masukan kemaluanku di lubang senggamanya, memegang pinggul indri dan memaju mundurkan pantatnya, "hah hah hah hah hah hemmmm ughhh" indri mendesah dan terus mendesah. Sampai akhirnya aku ejakulasi, namun kali ini aku tidak bilang akan keluar, dengan tubuh yang mengejang aku tubrukkan dalam kontolku di lubang vaginanya, dan memuncratkan pejuhku di dalamnya. Indri mendesah hebat ketika pejuhku muncrat didalam memeknya, lalu lemas tubuhnya, dia sempat memandangiku "nakal ya kamu, awas aja aku bunting, duh besok besok jangan di dalam ya hun, aku lemes kalau di gituin..". Setelahnya aku bergegas untuk memakai baju dan bersiap untuk pergi ke show room, indri hari ini kosong, jadi ikut denganku karena tidak ada acara. Dalam perjalanan ke showroom mba Ussy menelpon "boy hari ini loh kirim porsche birunya...", hampir aku lupa gara gara keasikan ngewe sama indri.
Sampai showroom aku langsung menyiapkan mobil yang dipesen ussy, setelah siap, aku meluncur kerumah ussy, mobil baru di towing biar aman. Indri ikut denganku kerumah ussy, sesampainya di tempat ussy, kami langsung memencet bel. Ussy keluar dengan baju semacam daster, kami bersalaman, ussy dan indri berciuman pipi, mereka berbisik bisik sambil ketawa ketiwi, mba ussy sempat melirik kearahku dan tersenyum.
Ussy : oh jadi kalian dah jadian nih?
Indri : ya gimana ya hahaha
Ussy : diem aja boy, selamat ya hehehe
Indri : makasih mbakku
Boy : (malah fokus sama mba ussy, dan mengalihkan pembicaraan ke mobil yang di kirim) gimana mobilnya mba, ok?
Ussy : oke banget, siap buat surprise suami
Boy : nah mas andika mana mba?
Ussy : lagi roadshow acara musik
Indri : duh banyak jobnya ya, ngeri deh
Ussy : btw kalian pacaran dari kapan?
Indri : duh kepo deh hahaha ada deh, ya kan sayang
Ussy : duh dah sayang sayangan ajah ya
Boy : udah semuanya mbak hahaha
Kami berbincang bincang di ruang tamu sambil minum teh yang dibuatkan oleh mba ussy.
Aku selalu melihat mba ussy dari parasnya, hidungnya, matanya sampai bibirnya yang tebel. Entah kenapa aku dia membuatku terangsang, padahal masih pakai baju. Tiba tiba indri menerima telpon dari managernya, semacam meeting online gitu, memanfaatkan kesibukan indri, aku meminta ijin mba ussy untuk lihat lihat rumahnya. Kami berkeliling rumah, melihat suasana rumah seorang Ussy Sulistiawaty, kolam renang sampai lantai dua rumahnya aku jelajahi. Kami sempat ngobrol ngobrol lama di area makan dan dapur rumahnya.
Ussy : eh beneran lu jadian ma indri?
Boy : beneran mba ussy, emang napa?
Ussy : gak papa, tanya aja hahaha
Boy : aman kan mba? Ada yang salah apa?
Ussy : enggak kok cari janda, hahaha tapi janda lebih menggoda ya hahaha
Boy : iya kan situ juga gitu dulu, janda kan
Ussy : hahaha dasar kamu, iya juga ya
Boy : lah wong sekarang anak dah 4 aja tetap menggoda kok mba ussy
Ussy : hahaha masak sih masak sih, kamu tergoda apa? Hahaha
Boy : tentu mba, ini kontolku dah gegang nih di dalam celana hahaha
Ussy : ehhh nakal ya, aku bilangin indri nanti
Boy : malah asik mba, threesome sekalian
Ussy : ngaco lu boy! Hahaha
Tiba tiba mba ussy menyentil kontolku dari luar celana jeansku, sambil berkata "nakal ya, duh kok kayak gede banget gitu sih boy". Aku balas "mau lihat apa cuma mau nanya, kalau mau nanya aku jawab tapi kalau mau rasain aku buka in nih. Mba ussy malah semakin ketawa, kali ini dia sepertinya gemas, kontolku ditabok pakai tangan kanannya, "aduh jangan di tabok mbak, aku keluarin beneran loh..." di balasnya "halah paling paling juga gak berani! Karena ejekan tersebut aku membuka kancing celana jeansku dan mengeluarkan kontolku yang panjang maksimal. Ussy kaget melihat perbuatanku, kontolku berdiri keras di hadapannya, seketika aku remas pantatnya, dia sempat protes namun tak menghalau tanganku. Entah ada setan apa, namun aku sudah sangat nafsu melihat ussy, aku naikkan rok dasternya diatas pantat, aku sibakkan kesamping celana dalamnya, aku ludahi jariku dan langsung aku usapkan di hibir vaginannya. Ussy tampak kaget dan menikmati, tampak dari ekspresinya yang menikmati perlakuanku, namun mulutnya menolak perbuatanku.
Ussy : heh boy nekat kamuuu
Boy : habis kamu bikin aku pingin mba, janda kalah menggoda sih ini
Ussy : jangan boy, nanti indri tau
Boh : kalau gak tau gak papa kan?
Obrolan ini berbarengan dengan aku menggesek bibir vaginanya.
Boy : mba aku masukin ya, janji cepet deh
Ussy : gila kamu boy, nanti indri tau loh, essshhhhh hemmmm
Boy : gak papa ya, aku masukin
Ussy : jangan boy, kontolmu gede, aku takut gak bisa nahan suara
Boy : udah percaya aja, pokok rahasia kita terjaga mba, oke
Ussy : please jangan boy ughhhh esshhh udah hemmmm uuu uhhhh boy
Dengan sigap aku tarik kebawah celana dalamnya, aku arahkan kontolku keliang senggamanya dalam posisi berdiri, mba ussy bersandar di meja kitchen. Sekali hentak, kontolku masuk, tapi seret sekali, rasanya enak dan hangat memek mba ussy, seketika juga dia memekik "hemmmm ahhh boyy ughhh", setiap kali aku keluar masukan kontolku di memeknya, pantatnya naik turun, sepertinya gatel banget memeknya, sampai dia begitu.
Tak lama aku menggenjot memeknya dalam posisi berdiri dan bersandar pada meja kitchen, mba ussy bergetar kedepan dan mencabut kontolku dari memeknya. "Ughhh udah keluar boy, hemmm maaf cepet, ak gak tahanan kalau posisi posisi gini", langsung aku masukan lagi, beberapa saat lagi dia memekik dan bergetar kedepan lagi, membuat kontolku terlepas lagi dari memeknya. "Aduhhhh boy udah, dua kali aku keluar, mukaku dah mupeng banget ini, gak enak sama indri", aku masukan lagi sampai mba ussy orgasme lima kali, dan setiap kali orgasme, dia gemetar yang membuat kontolku terlepas dari memeknya.
Ussy : udah boy, aku dah lusuh banget mukanya, kringetan ini, lemes kakiku
Boy : makanya jangan dilepas kontolku
Ussy : aku kalau orgasme gitu boy, gak kuat soalnya, apalagi kontolmu sedege itu, linu..
Boy : sekali lagi aku genjot, tahan dulu sampai aku keluar ya mba
Mba ussy mengangguk dan aku genjot lagi memeknya dalam posisi berdiri dan bersandar di meja kitchen, setiap kali mba ussy mau keluar aku bilangin untuk tahan sampai aku orgasme. "Aduh aduh boyyyy aku gak tahan boyyy, esshhhhh hemmm please udahh hemmm ughh", erangan mba ussy yang meminta agar aku cepat keluar, akhirnya ketika dia kembali memohon untuk cepat keluar aku keluar. "Eshhh masss aduhhh masss hemmmm udah gak tahan ini benerrr masss", "bentar mba tahan aku mau keluarr, hemmmm a aahh shit ah ah ah", aku muncratkan pejuhku di liang senggama ussy. Sesaat kemudian, dia langsung jongkok lemas, "aduhh masss, duhh nyut nyutkan memekku, yang terakhir aku tahan tahan terus, hemmmm belum tuntas ughhh", aku hanya tersenyum dan memasukan kontolku lagi ke celana.
Keringatnya bercucuran, wajahnya tampak mesum sekali, wajah wajah wanita yang mencapai kenikmatan alias wajah habis di pakai. Karena aku penasaran dengan tubunya, aku sempat memintanya bugil di depanku, tubunhnya sangat semok dan menggoda, "kapan kapan lagi ya mba ussy, tubuhmu menggoda sekali kalau bugil gini", lalu dia memakai bajunya kembali. Setelahnya kami menuju kekamar tamu lagi, ternyata indri masih meeting, namun dia sempat mengerutkan dahi ketika melihat penampilan mba ussy yang basah kuyup dengan wajah habis di entotnya itu. Karena hal tersebut mba ussy ijin untuk ganti pakaian, "duh panas banget gak sih ini, ak ganti baju dulu ya", padahal cuaca tidak sedang panas. Ketika mba ussy mendatangi kami, indri sudah selesai meeting, kami menyempatkan untuk ngobrol sebentar, setelahnya kami ijin pulang, aku mengantar indri pulang, karena sudah seharian penuh tidak pulang. Setelah itu aku ke shoroom kembali, wakth lagi asik hitung hitung pembukuan dan yang lainnya ada kirima gambar lewat handphone dari mba ussy, dia memfoto pantat dan memeknya, terlihat lubang memeknya masih terbuka habis aku genjot. Dia sambil menuliskan "nih gara gara kamu boy, seminggu menghindar ngewe dulu sama suami, biar gak curiga". Tampaknya mba ussy bisa diajak ngewe lagi nih kapan kapan, aku langsung punya ide untuk memberinya service gratis dan ganti oli buat mobil porschenya.

Bersambung...
